Selasa, 18 Juni 2013

Bentuk Energi


A.     Energi Listrik
            Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan pada saat sekarang ini. Energi listrik banyak digunakan sebagai penerang rumah dan jalan, baik di kota maupn di desa, energi listrik juga di gunakan untuk menggerakkan mesin dan menyalakan peralatan rumah tangga. Contoh : kereta api listrik, setrika, komputer, TV, dan Radio.
1.      Gejala Kelistrikan
      Saat kita menggosokkan benda dari plastik, maka benda akan bermuatan listrik. Adannya gejala kelistrikan inilah yang membuat benda plastik dapat menarik potongan – potongan kertas atau benda – benda kecil lainnya. Namun, tarikan itu hanya berlansung sementara (sebentar), hal itu terjadi karena benda plastik menjadi tidak bermuatan listrik lagi.
      Saat kita menyisirrambut yang terlalu lama, maka sisir plastik dapat menarik rambut karena sisir menjadi bermuatan listrik. Muatan listrik iyu terjadi karena panas yang dihasilkan oleh gesekan antara rambut dengan sisir.


2.      Sumber Energi Listrik
      Sumber energi listrik adalah benda yang dapat menimbulkan arus listrik. Sumber energi listrik antara lain : baterai dan aki. Keduanya memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Baterai dan aki tergolong sumber energi yang kecil. Keduanya hanya mampu  menyalakan lampu snter atau bola lampu berukuran kecil. Sumber energi listrik  secara lengkap di jelaskan sebagai berikut.
a.      Generator
Pada satu rumah untuk menyalakan lampu cukup menggunakan sumber energi berupa generator berukuran kecil. Namun, untuk menyalakan lampu di seluruh jalanan dan rumah – rumah, tentu saja generator kecil tidak akan sanggup, apaliagi menggunakan baterai dan aki. Sumenr energi yang diperlukan untuk itu harus berupa generator berukuran besar.
Generator seperti ini terdapat pada pusat pembangkit energi listrik ada berbagai jenis, hal itu bergantung  pada tenaga yang membangkitkannya. Ada listrik yang  dibangkitkan  oleh tenaga air, angin, diesel, dan sebagainya.
Di bawah ini beberapa jenispembangkit listrik berdasarkan tenaga penggeraknaya.
1)      Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
2)      Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
3)      Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
4)      Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
5)      Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) (PLTG)
6)      Pusat Listrik Tenaga Matahari (Surya)
7)      Pusat Listrik Tenaga Angin
  
Pada pusat Listrik Tenaga Air (PLTA), air dibendung terlebih dahulu sehingga permukssnyas menjadi tinggi. Air yang dibendung ini menyimpan energi potensial.
Kemudian, air ini dialirkan melalui terowongan menurun. Aliran air tersebut akan memutar turbin yang di gandeng dengan generator.
Generator yang berputar menghasilkan energi listrik. Pada saat air bergerak dalam terongan, energi potensial air berubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik air inilah yang memutar turbin yang di hubungkan dengan generator.
Pada Pusat Listrik Tenaga Diesel, mesin diesel yang dihidupkan dengan minyak diesel (solar) langsung menggerakkan generator sehingga timbul energi listrik.

Pada Pusat Listrik Tenaga Matahari, cahaya matahri diterima oleh sel surya. Kemudian, sel surya mengubahnya menjadi energi Listrik.


Perpindahan Energi Panas


A.    Perpindahan  Energi Panas
Perpindahan Energi Panas Dari Satu Benda Ke Benda Lain Melalui 3 Macam Cara, Yaitu Konduksi, Konveksi, Dan Radiasi.
1.      Konduksi
      Saat kita mengaduk the panas, tangan kita yang memegang sendok logam terasa panas. Hal ini terjadi karena panas berpindah dari air the menuju tangan kita melalui sendok. Perpindahan panas semacam ini disebut konduksi (Hantaran).
      Saat terjadi konduksi, panas dipindahkan dari bagian logam yang panas ke bagian logam yang dingin. Ketika panas perpindah, bagian – bagian logam yang dilalui oleh panas tidak ikut berpindah. Peristiwa konduksi terjadi pada semua jenis logam, contohnya : baja, kuningan, aluminium, dan besi. Alat – alat rumah tangga yang memanfaatkan perpindahan panas secara konduksi, contohnya wajan (penggorengan), panci, dan solder.
2.      Konveksi
      Saat kita masak air, lama – kelamaan akan mendidih. Hal ini terjadi karena air terus - menerus di panaskan. Mula – mula air pada dasar wadah yang mendapatkan panas. Akibatnya, air pada bagian ini menjadi lebih ringan. Karena ringan, air ini naik ke permukaan. Air yang semula asda di permukaan terdesak turun ke bagian dasar. Air ini pun dipanaskan dan naik kembali. Demikian seterusnya sehingga terjadi pertukaran air . pada pemanasan air ini terjadi perpindahan panas yang disebut konveksi (aliran), yaitu perpindahan panas yang diikuti perpindahan bagian – bagian zat itu. Proses Konveksi menyebabkan sayuran yang kita masak menjadi matang. Demikian juga dengan nasi yang kita masak.

3.      Radiasi
      Saat siang hari yang cerah, matahari memancarkan panas tidak memerlukan zat perantara. Panas mahari itu sampai ke bumi stelah melewati ruang hampa udara di angkasa. Perpindahan panas melalui ruang hampa udara disebut radiasi (pancaran).
      Contoh lain perpindahan panas secara radiasi yatiu ketika berdiri di dekat api unggun. Di badan kita terasa hangat karena menerima pancangan langsung dari api unggun. Adannya radiasi menyebabkan jemuran atau cucian menjadi kering.

Alat – Alat Yang Berhubungan Dengan Gaya Dan Tarik.


A.    Alat – Alat Yang Berhubungan Dengan Gaya Dan Tarik.
       Gaya dan gerak di terapkan pada sepeda, delman, gunting, dan mesin jahit. Sepeda di gerakkan  dengan mengayun pedal. Dorongan pada pedal menyebabkan roda sepeda bwerputar ke depan. Akibatnya sepeda bergerak ke depan.
       Saat kuda mulai menarik delman, maka roda delaman akan berputar. Ketika roda berputar maka delman akan bergerak ke depan. Delman digerakkan oleh tarikan dari gaya otot kuda.
       Ketika kita menggunakan gunting untuk memotong rambut, kertas, dan kain. Saat tangan kita mendorong dan menarik gunting maka mata pisau gunting yang tajam akan memotong kertas, kain, atau rambut. Gunting digerakkan oleh tarikan atau dorongan otot.
       Saat menjahit pakaian, mesin jahit digerakkan dengan cara menginjak papan kayuh. Dorongan pada papan kayuh menyebabkan roda mesin jahit berputar. Putaran roda mesin  jahit menyebabkan jarum bergerak naik turun. Gerigi di bawah jarum juga bergerak. Gerakan keduannya menimbulkan jahitan.
       Saat menimba air, alat timba air digunakan untuk mempermudah mengangkat beban. Ketika ember diturunkan ke dalam sumur dan terisi air, tali timba ditarik. Gaya tarikan tersebutmenyebabkan ember terankan ke atas.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Gerak Benda


A.    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Gerak Benda
       Perhatikan saat kita bermain ketapel !! ketika karet tersebut di tarik dengan kuat, maka kerikil akan terlontar dengan cepat. Ketoka karet ditarik dengan lemah, maka kerikil akan terlontar dengan lemah. Kekuatan tarikan pada ketapel tergantung gaya otot yang di berikan. Semakin otot kuat menarik, semakin besar pula gaya pada ketapel.
Pernahkah kalian melihat atau membuat ketapel dapat di gunakan untuk melontarkan batu. Katapel dibuat dengan memanfaatkan sifat karet yang lentur. Bagaimana cara membuat dan cara kerja katapel ? nah, dengan mengikuti langkah – langkah berikut ini.

Membuat Sebuah katapel
Alat dan bahan : ranting kayu berbentuk Y, kulit dari sepatu bekas berukuran 3 cm x 5 cm, 2 buah karet pentil dengan panjang 20 – 25 cm, pisau, tali rafia.
Langkah Kerja :
1.      Buatlah lekukan di kedua ujung ranting kayu bagian atas pada jarak 0.5 cm ujung ranting. Hati – hatilah saat menggunakan pisau. Jangan sampai tanngan kalian tergores.
2.      Buatlah lubang di kedua ujung kulit sehingga karet pentil dapat dimasukkan. Kulit ini berfungsi sebagai bantalan.
3.      Masukkan salah satu ujung karet pentil pada lubang lainnya. Ikat dengan kencang menggunakan tali rafia.
4.      Ikatlah setiap ujung karet pentil yang bebas pada lekukan di kedua ujung ranting kayu. Katapel kalian telah siap di gunakan.
5.      Nah, sekarang ambillah sebuah batu kecil. Letakkan batu pada bantalan katapel. Tariklah karet katapel sehingga menjadi kencang. Lepaskan pegangan kalian pasa bantalan katapel. Apa yang terjadi pada batu ?


Saat menarik karet pentil, berarti kalian memberikan gaya pada karet pentil. Akibatnya, karet pentil menjadi kencang. Setelah tarikan dilepasc (gaya dihilangkan), karet pentil kembali ke keadaan semula. Saat itu, karet prntil mempunyai gaya yang lebih besar dari gaya tarik. Gaya inilah yang menyebabkan batu kerikil terlontar dari bantalannya. Semakin jauh kalian menarik karet pentil, semakin besar gaya gaya yang kalian berikan. Ini berarti semakin  besar pula pula gaya yang ditimbulkan karet katapel adalah gaya pegas . di sebut gaya pegas karena sifat karet seperti sifat pega.
       Karet dan  pegas  mempunyai sifat yang sama, yaitu bersifat elastis (lentur). Selain  katapel, peralatan lain yang memanfaatkan  gaya pegas adalah busur panah. Saat ditarik, tali busur mendapatkan sama dengan proses terlontarnya batu dari lontaran batu dari dari bantalaan katapel. hal ini menunjukkan bahwa gaya pegas dapat mengakibatkan benda bergerak. Besarnya gaya tarik pada karet dan tali busur mengaruhi kecepatan gerak benda. Semakin besar gaya tarik, semakin cepat batu batu dan anak panah bergerak dengan demikian, jarak yang di tempuh juga semakin jauh.
       Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa besarnya gaya mempengaruhi gerak benda. Makin besar yang diberikan, makin cepat benda bergerak. Sebaliknya, maka kecil gaya yang diberikan makin pelan benda bergerak.

Pengaruh Gaya Terhadap Gerak


A.    Pengaruh Gaya Terhadap Gerak
     Gaya adalah tarikan atau dorongan. Ada bermacam – macam gaya, antara lain gaya pegas, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya listrik. Gaya dapat mengubah bentuk benda dan mempengaruhi gayannya. Saat melakukan gaya di perlukan tenaga, semakin besar gaya, semakin besar pula tenaga yang di perlukan besar kecilnya gaya dapat diukur dengan mengunakan alat yang disebut dinamometer atau neraca pegas. Berdasarkan pengukuran dapat diketahui besar kecilnya gaya yang dinyatakan dengan satuan Newton (N).
                 Gaya tarikan atau dorongan dapat mempengaruhi gerak benda. Bagaimana pengaruhnya? Secara sederhana kita dapat mengetahui dengan mendorong dan menarik kotak pensilmu, maka kotak pensil tersebut akan bergerak.
                 Pengaruh gaya terhaddap gerak benda di manfaatkan dalam berbagai peralatan, misalnya alat panah dan ketapel. Tali busur dapat menggerakkan anak panah, sehingga mencapai tempat yang jauh, selain itu permainan jungkat – junkit juga memanfaatkan gaya. Saat seorang anak duduk di salah satu ujung papan, anak yang lain terangkat. Adanya dorongan dari ke dua kedua sisi secara berganti menyebabkan jungkat – jungkit bergerak naik turun.
Kesimpulannya Gaya mengakibatkan.
1.    Benda diam menjadi bergerak.
2.    Benda bergerak menjadi bergerak makin cepat, maikn lambat, berhenti, atau berubah arah. Sekarang, kamu akan membuat model untuk menbuktikan bahwa gaya mengaruhi gerak suatu benda. Kamu dapat membuat traktor pegas untuk membuktikannya.